Categories
News

Xiaomi Tak Cuma Jual Online

Xiaomi Tak Cuma Jual Online

Dulu, benar, Xiaomi menjual produkproduknya lewat on-line. Artinya pembeli harus siap kartu kredit atau metode pembayaran on-line lain. Ternyata, diam-diam di berbagai negara, menurut Steve Vickers, General Manager Southeast Asia Xiaomi, juga membuka penjualan secara offl ine alias tradisional. “Ini karena tidak semua orang bisa membeli produk Xoami lewat on-line,” tandas Steve kepada SINYAL (Jumat, 14 November). Asal tahu saja, di negara lain, Xiaomi bahkan dijual secara bundling dengan operator. Namun, kata Steve, Xiaomi memilih berpartner dengan perusahaan yang sudah terpercaya. Hal ini dilakukan juga dalam rangka memberikan layanan terbaik, termasuk after sales service. Dengan perusahaan seperti Erafone atau Oke Shop, harga juga dapat dikontrol. Misalnya seri RedMi 1S yang dipatok di angka RP 1.549.000,- Sementara di toko biasa biasanya penjual membanderol lebih mahal RP 200-300 ribu. Meski demikian, Xiaomi tetap memprioritaskan penjualan lewat on-line. Seperti misalnya seri RedMi Note dengan toko on-line lokal. “Setelah itu, baru dijual oleh toko offl ine,” terang Steve lagi.

Sumber : Game Ppsspp

Aplikasi Movie Creator di Windows Phone

Kini, pengguna smartphone OS WindowsPhone bisa lebih kreatif lagi bikin film pendek. Maklum, tempo hari Microsoft rilis aplikasi edit video bernama Movie Creator. Tampilannya sederhana, menu-menunya juga gampang dipakai. Anda bisa bikin maksimal 25 hasil syutingan video dalam satu film pendek. Selain video, Anda juga bisa gabungkan dengan foto, audio, hingga image bergerak. Seperti menyunting video biasa saja, hanya dikemas dalam bentuk lebih simple. Setelah video disatukan, Anda masih bisa menambahkan title film, mem-pan atau men-zoom, hingga menambahkan filter. Aplikasi ini disiapkan untuk memperkaya konten OS WindowsPhone 8.1. Namun saat ini masih dalam versi Beta. Toh, tak ada salahnya coba-coba.

Advan Kenalkan Fitur V Capture

Kalau LG punya fitur capture selfie dengan gesture tangan bernama gesture shot, lain lagi dengan Advan. Pada produk seri Barca, brand lokal ini kenalkan gesture jemari. Caranya lebih simple, yaitu cukup dengan dua jari (tengah dan telunjuk) membentuk huruf “V”. Sensor akan menangkap dan memerintah smartphone untuk memotret. Tren perintah lewat gesture belakangan lagi tren. Ini karena sudah dikembangkan sensor yang amat membantu. Selain sensor gesture juga perintah voice yang kemudian diadopsikan ke fitur perintah pada berbagai smartphone.

Categories
News

Fitur Kamera LG G3 versus Samsung Galaxy S5

Fitur Kamera LG G3 versus Samsung Galaxy S5

Perbedaan yang cukup signifikan adalah Galaxy S5 generasi baru memakai Octa-core dengan quad-core 1,9 GHz dan quad-core 1,3 GHz, sedangkan G3 pakai quad-core 2,5 GHz. G3 versi 32 GB punya RAM 3 GB, dibanding Galaxy S5 yang “hanya” 2 GB. Selain 16 GB, Galaxy S5 punya tawaran storage 32 GB; G3 hanya 16 GB. Slot microSD ada pada keduanya. Yang menarik, LG mengklaim slot microSD-nya dukung kapasitas sampai 2 TB! Baterai G3 yang 3000 mAh sedikit lebih besar dibanding Galaxy S5 yang 2800 mAh. Namun saat SINYAL pakai sehari-hari, daya tahan keduanya sebelas-dua belas saja.

Sumber : Gigapurbalingga

Dengan catatan fitur penghemat baterai dimatikan, WiFi aktif, grup WhatsApp dan BBM ramai, sering cek email, Facebook dan Path, dan sesekali main game Line Cookie Run. Keduanya sama-sama punya fitur penghemat baterai. Galaxy S5 siap dengan Power saving mode dan Ultra power saving mode. G3 simpel saja dengan Battery saver. Oya, Galaxy S5 maupun G3 dukung wireless charging. Alhasil angka benchmark pun saling bersaing ketat. Cek angkaangka ini Terlepas hasil benchmark, Galaxy S5 dan G3 sama-sama terasa mulus melakukan bermacam pekerjaan yang dibebankan. Kamera Galaxy S5 datang dengan kamera utama 16 MP – lebih tinggi dibanding 13 MP milik G3.

Tapi G3 “membayar”-nya dengan auto focus yang dipandu laser untuk pemotretan low-light. Selain Auto, Galaxy S5 tawarkan moda standar berupa Beauty face, Shot & more, Panorama, Virtual tour, dan Dual camera. Tapi ini bisa ditambah lagi dengan moda lain – tinggal download dari Samsung Apps. G3 tawarkan moda Dual, Panorama, Magic focus, selain Auto. Pada suasana cahaya normal, kecakapan Galaxy S5 dan G3 terasa setara. Foto dan video besutan keduanya pun sama bagusnya. Nah, ketika dibawa bergelapgelapan, barulah terlihat kemampuan masing-masing.

Disetel default, SINYAL menjajal keduanya di kotak low light. Foto yang dihasilkan Galaxy S5 dan G3 relatif setara. Tapi SINYAL mengamati Galaxy S5 kok lebih cepat kemampuan focusing-nya. Padahal dengan laser detection autofocus, G3 seharusnya lebih gesit. Keduanya sediakan editor foto dan video. Hasilnya pun mudah di-share ke media sosial maupun disimpan ke storage online. Sementara pada kamera depan, Galaxy S5 punya 2 MP, melawan G3 yang 2,1 MP. Hasil foto maupun videonya boleh dikatakan setara.

Categories
News

Platform Software Ipad Untuk Navigasi Pesawat Terbang

Platform Software Ipad Untuk Navigasi Pesawat Terbang

Selain iPad yang menggunakan platform iOS, mungkinkah tablet lain dengan sistem operasi berbeda bisa digunakan sebagai EFB Sebelumnya, perlu dipahami, bahwa semakin menarik sebuah platform bagi vendor software dan developer, maka pasar akan semakin kompetitif sehingga lebih banyak pilihan dan harganya akan semakin murah. Selain itu, semakin lama umur sistem operasi yang didukung oleh pabriknya, juga kompatibilitas software-nya, akan menentukan lamanya investasi sebuah maskapai dalam hal hardware dan software. Microsoft Windows memang mendominasi pasar PC selama dua dekade. Karena banyak digunakan oleh kalangan bisnis, Microsoft biasanya melindungi investasi konsumennya, seperti memberikan kompatibilitas di masa mendatang atau update security.

Sumber : Wa Web

Kelebihan itulah yang menjadikan Windows sebagai platform yang menjanjikan di masa mendatang sebagai solusi EFB. Dibandingkan dengan Windows, iOS besutan Apple memang masih tergolong baru. Model bisnis Apple berdasar pada integrasi antara hardware dan software-nya. Aplikasi untuk iPad bisa di-download melalui Apps Store Apple. Integrasi ini yang membuat Apple memberikan platform yang serupa untuk para pengembang, yang pada akhirnya juga berkontribusi pada optimalisasi software. Dikombinasikan dengan AppStore yang bisa diakses jutaan penggunanya, menjadikan iOS sebagai platform pilihan pengembang aplikasi. Namun, terkadang aplikasi yang sukses di iOS belakangan juga akan dirilis dalam versi Android.

Aksesoris untuk produk-produk Apple juga dibuat dengan desain yang berbeda dengan kompetitornya. Namun, ada pula kelemahan aplikasi yang dikembangkan Apple. Pertama, Apple memonopoli platform hardware dan software iOS. Aplikasi yang di-upload ke AppStore akan di-review terlebih dahulu oleh Apple sebelum dijual. Selain itu, Apple juga memiliki hak untuk meng-uninstall suatu aplikasi secara remote dalam kondisi tertentu. Sementara Google dengan sistem operasi Android yang berbasis Linux, memiliki pendekatan yang berbeda. Jika Windows dan iOS mengadopsi platform tertutup, maka Android lebih terbuka dan bisa digunakan oleh developer secara gratis.

Namun bila developer ingin mengu-upload aplikasi ke Google Play (toko aplikasi Android) dan ingin menggunakan software Google seperti Google Maps, maka developer harus mendapatkan sertifikasi dari Google terlebih dahulu. Namun, dalam perangkat bersertifikasi pun pengguna masih bisa meng-install aplikasi dari pihak lain. Karena sifatnya yang terbuka, platform Android dianggap tidak memenuhi regulasi FAA dalam hal keamanan. Dengan ekosistem open source, Android dianggap memiliki banyak celah keamanan dan ancaman malware.