Categories
News

Bisnis Artis Cyntia – Jual Nasi Kepel Dulu Ngojek Kini Bermobil Part 2

Bisnis Artis Cyntia – Jual Nasi Kepel Dulu Ngojek Kini Bermobil Part 2


Thia sendiri, tidak menyangka usahanya bisa berkembang seperti ini, meski lewat online. Karena pada dasarnya ia mengaku tidak bisa memasak, dan tidak mengerti dunia bisnis. Ia belajar masak, setelah menikah dengan Surya. Thia makin termotivasi, ketika Surya menjadi brand ambassador Kecap Bango di televisi. Ia lalu meminta resep dari sang ibu yang jago masak di Gorontalo, untuk membuat masakan. Setiap habis memasak, Thia langsung men-sharenya di akun twitter miliknya.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Karena banyak yang suka, Thia lalu membuat akun twitter dengan nama @dapurmamathia, khusus untuk resep dan foto makanan yang dibuatnya. Sampai akhirnya, di ulang tahun pernikahan yang ke-3, Thia membuat nasi kuning. Dengan lauk sambel roa, dendeng suwir, dan teri kacang. “Karena Mas Surya ada di tempat syuting, biar semua kebagian, aku buat nasi kuningnya dibungkus kecil-kecil. Ukuran kepalan tangan. Dari situ lah muncul ide nasi kepel,” ucap Thia. Rasa Gorontalo – Betawi Nasi kepel, berupa nasi kuning yang dibungkus daun pisang.

Ukurannya sekitar sekepalan tangan orang dewasa. Diisi bihun goreng, dan 8 varian lauk lainnya. Seperti sambal roa, bakso pedas, dendeng suwir, teri kacang, pampis ikan, jambal pete, ayam semur, dan udang saus. “Dari semua menu, paling favorit adalah sambel roa. Karena makanan ini khas Gorontalo, ikan roa, dan cabenya , kami datangkan langsung dari Gorontalo,” papar Thia, yang memang kelahiran Gorontalo, Sulawesi Utara. Menu yang disajikan DMT perpaduan antara khas tradisional Gorontalo dan Betawi.

Gaya Betawi yang dibawa oleh Surya yang memang asli Betawi, terlihat dari menu teri kacang, atau jambal pete. Belakangan, banyak pelanggannya juga yang memesan hanya lauknya saja, tidak dengan nasinya. Harga lauknya saja rata-rata berkisar, antara Rp55.000 – Rp150.000. Selain itu, DMT juga melayani pemesanan nasi tumpeng, parcel, nasi kotak, dan lain-lain. Ke depan, Thia ingin membuka restoran untuk usahanya ini, jadi tidak hanya dijual lewat online. Rencananya, di restoran itu ia coba padukan dengan House of Laumusch, butik kepunyaan Thia. Jadi konsepnya, sambil makan bisa memilih pakaian yang disuka.

Tidak hanya itu, ia bahkan berniat memodifikasi mobil miliknya menjadi “moko” – mobil toko, mobil yang bisa digunakan untuk berjualan bila ada kegiatan. Secara bisnis juga, Thia ingin mewaralabakan usahanya. Karena sudah ada beberapa orang yang menawarkan diri menjadi mitra waralabanya. Hanya memang, sampai saat ini Thia masih belum menemukan partner usaha yang pas dengan dirinya. Sedangkan bila ia terjun sendiri untuk mengurus usaha restoran, waktunya masih terbagi untuk kegiatan menyanyi. “Yah pelan-pelan, sambil jalan aja,” ucap Thia tersenyum yang memulai usaha DMT hanya dengan modal Rp500.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *